021 8690 6777, 8690 6771, 9529 3259
BB Pin: 2856BC08
 
Home   »   Blog
 
 
images.jpg

Alat Peraga Pembelajaran Matematika

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: d

Filename: home/article.php

Line Number: 11

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: home/article.php

Line Number: 11

01 January 1970 07:00

Dari beberapa mata pelajaran yang disajikan pada Sekolah Menengah Pertama matematika adalah salah satu mata pelajaran yang menjadi kebutuhan system dalam melatih penalarannya. Melalui pengajaran matematika diharapkan akan menambah kemampuan, mengembangkan keterampilan dan aplikasinya. Selain itu, matematika adalah sarana berpikir dalam menentukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan matematika merupakan metode berpikir logis, sistematis dan konsisten. Oleh karenanya semua masalah kehidupan yang membutuhkan pemecahan secara cermat dan teliti selalu harus merujuk pada matematika.

Matematika adalah salah satu ilmu pasti yang merupakan sebuah ilmu dasar yang diajarkan pada saat awal kita memulai pendidikan. matematika merupakan sebuah mata pelajaran yang menakutkan. Padahal, bila diajarkan dengan menggunakan alat - alat peraga matematika, pelajaran ini menjadi sangat menyenangkan. Kita bisa memanfaatkan alat-alat disekitar kita untuk dijadikan sebagai alat peraga matematika. Seperti Membuat alat peraga sendiri dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan.


Alat peraga matematika dapat diartikan sebagai seperangkat benda yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang  digunakan untuk membantu menanamkan prinsip dan konsep matematika secara efektif. Berdasarkan hal yang telah dijelaskan diatas maka dibutuhkan suatu alat peraga sederhana salah satunya yaitu kotak pelangi dimensi tiga. Dengan alat peraga ini siswa diajak bermain sambil belajar sehingga siswa akan lebih mudah mengingat dan memahami materi yang disampaikan. Siswa diberikan kotak berbentuk kubus, dari kotak kubus tersebut kita akan menyebutkan unsur-unsur dari kubus, yaitu rusuk, diagonal sisi dan diagonal ruang.

alat peraga matematika dapat menjembatani objek dalam pembelajaran matematika yang berupa fakta, konsep, prinsip dan skill yang bersifat abstrak menjadi konkret melalui benda-benda nyata. berikut ini beberapa macam alat peraga dan contoh penggunaannya dalam pembelajaran matematika.

LANDASAN TEORI

A.    Pembahasan Materi

Berikut ini adalah satuan ukuran secara umum yang dapat dikonversi untuk berbagai keperluan sehari-hari yang disusun berdasarkan urutan dari yang terbesar hingga yang terkecil :

km     = kilo meter
hm     = hekto meter
dam   = deka meter
m       = meter
dm     = desi meter
cm      = centi meter
mm    = mili meter

A.  1.  Konversi Satuan Ukuran Panjang

Untuk satuan ukuran panjang konversi dari suatu tingkat menjadi satu tingkat di bawahnya adalah dikalikan dengan 10 sedangkan untuk konversi satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 10. Contoh :

- 1 km = 10 hm
– 1 km = 1.000 m
– 1 km = 100.000 cm
– 1 km = 1.000.000 mm
– 1 m   = 0,1 dam
– 1 m   = 0,001 km
– 1 m   = 10 dm
– 1 m   = 1.000 mm

Catatan: Setiap naik 1 tingkat dibagi 10, Setiap turun 1 tingkat dikali 10

A.  2.  Konversi Satuan Ukuran Berat atau Massa

Untuk satuan ukuran berat konversinya mirip dengan ukuran panjang namun satuan meter diganti menjadi gram. Untuk satuan berat tidak memiliki turunan gram persegi maupun gram kubik. Contohnya :

- 1 kg = 10 hg
– 1 kg = 1.000 g
– 1 kg = 100.000 cg
– 1 kg = 1.000.000 mg
– 1 g   = 0,1 dag
– 1 g   = 0,001 kg
– 1 g   = dg
– 1 g   = 1.000 mg

Catatan: Setiap naik 1 tingkat dibagi 10, Setiap turun 1 tingkat dikali 10

Satuan Ukuran Berat  Lain
– 1 kuintal / kwintal = 100 kg
– 1 ton = 10 kuintal = 1.000 kg
– 1 kg = 10 hg = 10 ons
– 1 kg =  2 pounds

A.  3. Konversi Satuan Ukuran Luas
Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m2 = m pangkat 2).

- 1 km2 = 100 hm2
– 1 km2 = 1.000.000 m2
– 1 km2 = 10.000.000.000 cm2
– 1 km2 = 1.000.000.000.000 mm2
– 1 m2   = 0,01 dam2
– 1 m2   = 0,000001 km2
– 1 m2   = 100 dm2
– 1 m2   = 1.000.000 mm2

Catatan: Setiap naik 1 tingkat dibagi 100, Setiap turun 1 tingkat dikali 100

Satuan Ukuran Luas Lain:
– 1 hektar / ha / hekto are  = 1 hm2
– 1 are   =  1 dam2
– 1 ca    =  1 m2

A.  4. Konversi Satuan Ukuran Isi atau Volume
Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 1000. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 1000. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m3 = m pangkat 3).

- 1 km3 = 1.000 hm3
– 1 km3 = 1.000.000.000 m3
– 1 km3 = 1.000.000.000.000.000 cm3
– 1 km3 = 1.000.000.000.000.000.000 mm3
– 1 m3   = 0,001 dam3
– 1 m3   = 0,000000001 km3
– 1 m3   = 1.000 dm3
– 1 m3   = 1.000.000.000 mm3

Catatan: Setiap naik 1 tingkat dibagi 1000, Setiap turun 1 tingkat dikali 1000

Satuan Ukuran Volume / Isi
1 dm3 = 1 liter = 1000 cc
1 m3  = 1 kl = 1000 liter
1 cm3 = 1 cc

Cara Menghitung :
Misalkan kita akan mengkonversi satuan panjang 12 km menjadi ukuran cm. Maka untuk merubah km ke cm turun 5 tingkat atau dikalikan dengan 100.000. Jadi hasilnya adalah 12 km sama dengan 1.200.000 cm. Begitu pula dengan satuan ukuran lainnya. Intinya adalah kita harus melihat tingkatan ukuran serta nilai pengali atau pembaginya yang berubah setiap naik atau turun tingkat/level.

B.     Penerapan Alat Peraga terhadap Pembelajaran Matematika

Konversi satuan ini diterapkan dalam mata pelajaran matematika pada khususnya pokok bahasan besaran. Pada tingkatan Sekolah dasar kelas 3 yang terdapat pokok bahasan satuan panjang dan berat, satuan luas pada kelas 4 dan 5, serta satuan volume pada kelas 5 dan 6 . Sebagai contoh penerapanya yaitu:

Satuan Panjang

1 m    = 1 x 100   = 100 cm
5 km  = 5 x 1000 = 5000 m
3 dm  = 3 x 10     = 30 cm

Satuan Berat

3 kg    = 3 x 10    =  ons
4 gr     = 4 : 1000 = 0.004 kg
5 dg    = 5 x 100  = 500 mg

Satuan Luas

1m2    = 1 x 100 = 100 dm2
1 ca    = 1m2  = 1 x 10.000 = 10.000 cm2
20 ha  = 20 hm2 = 20 x 100 = 2.000 dam2 = 2.000 are

Satuan Volume

1 dam3     = 1 x 1.000.000 = 1.000.000 dm3 = 1.000.000 liter
4 liter        = 4 dm3 = 4 x 1.000 = 4.000cm3 = 4.000 cc
600 mm3  = 600 : 1.000.000 = 0.0006 dm3 = 0,0006 liter

BAB III

METODE PEMBUATAN ALAT PERAGA

A.       Bentuk Alat Peraga (lihat di atas)

B.       Alat dan Bahan

    Alat :
        -Gergaji
        -Mesin bor
        -Palu
        -Gunting
        -Penggaris
        -Busur derajat
        -Jangka besar
    Bahan :
         a. Papan tripleks 1 lembar

         b. Cat 5 warna ( merah, putih, kuning)

         c. Kayu 1.25 m x 1 m

        

         d. Lem fox

       

         e. Spidol hitam permanen

         f. Spidol silver

         g. Kertas HVS

         h. Solasi bening

         i. Stiker ½ meter

         j. Lis aluminium

 

        k. Skrup + ring ukuran 12

B.        Estimasi Dana

Papan Tripleks 1 lembar              Rp.   70.000,00
Cat 5 warna @ 2.500                   Rp.   12.500,00
Kayu 1.25 m x 1 m                     Rp.   25.000,00
Lem Fox                                    Rp.   3.000,00
Spidol hitam 1 buah                    Rp.   5.000,00
Spidol silver 1 buah                    Rp.   11.500,00
Solasi bening                             Rp.   3.000,00
Kertas HVS 5 lembar                   Rp.   1.000,00
Stiker ½ meter                           Rp.   5.000,00
Lis aluminium                            Rp.   10.000,00
Skrup + ring                              Rp.    3.000,00

total : Rp. .149.000,00

C.       Prosedur Pembuatan

    1 buah tripleks dipotong dengan ukuran 1m x 1m sehingga berbentuk persegi
    8 buah tripleks dipotong sehingga berbentuk 8 buah lingkaran dengan diameter yang berbeda.
    Tiap lingkaran digaris dengan 28 diameter sehingga membentuk 56 juring kecil dengan sudut yang sama.
    Angka – angka yang telah direncanakan ditulis pada tiap lingkaran dengan spidol.
    Tiap pusat lingkaran dilubangi.
    Empat buah lingkaran dilubangi untuk menampakkan angka – angka pada lingkaran di

bawahnya.
    Susun lingkaran dari diameter terbesar ditempatkan di bawah hingga diameter terkecil ditempatkan di atas, kemudian direkatkan dengan tripleks persegi.

D.       Cara Penggunaan

    Lingkaran tanpa angka diputar dan ditempatkan pada kolom satuan yang akan dicari
    Melihat pada masing – masing kolom dari tujuh kolom yang lain, maka dalam lubang akan terlihat konversi satuan yang diinginkan.