021 8690 6777, 8690 6771, 9529 3259
BB Pin: 2856BC08
 
Home   »   Blog
 
 
200_200_APPSK_100_Alat_Peraga_IPBA.jpg

Alat Peraga IPBA Peta Langit

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: d

Filename: home/article.php

Line Number: 11

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: home/article.php

Line Number: 11

01 January 1970 07:00

Meskipun bintang-bintang bergerak menjauh-mendekat diantara mereka, tetapi pengamat di bumi sulit mendeteksi perubahan tersebut. Oleh sebab itu sebuah peta langit yang dibuat tahun 1950 masih dapat digunakan sampai tahun 2000. Sebagai contoh adalah tabel berikut yang dibuat untuk posisi bintang tahun 1966

 

Perlu diketahui bahwa yang 'ditetapkan ' posisinya dalam suatu peta langit adalah yang disebut 'bintang tetap'. Bintang-bintang tersebut memerlukan waktu ribuan tahun sehingga pergeserannya dapat di lihat dengan mata. Sedangkan untuk benda langit yang 'cepat' berubah posisinya seperti anggota tata surya, diperlukan program khusus untuk mengetahui posisinya di setiap waktu, yang menghitung posisi benda langit untuk saat ini sampai satu bulan mendatang pada setiap tempat. Dari sebuah peta bintang kita bisa mendapatkan informasi antara lain, alamat bintang tetap, nama & jenis benda langit, kecerahan penampakan (magnitude), gugusan/rasi bintang (nama & anggotanya). Ketelitian dan kelengkapan peta langit

 

dapat ditengarai dengan semakin banyak bintang yang tergambar di peta tersebut. Peta bintang membatasi diri dalam penyajian gambar bintang karena tidak semua bintang yang terlihat (dengan mata atau teleskop) dapat digambarkan. Sebagai contoh peta bintang adalah seperti ini,

 

Peta1 (peta bintang equatorial dari 12h-24h dan +60 s/d -60 derajat)

Peta2 (peta bintang equatorial dari 1h-12h dan +60 s/d -60 derajat)

Peta3 (peta bintang polar selatan dari -90 s/d 10 derajat)

Peta4 (peta bintang polar utara dari +90  s/d -10 derajat)

 

 

Untuk memudahkan pengamatan, orang menciptakan planisphere, yaitu seperti peta bintang portabel, yang berupa kartu berbentuk lingkaran. Pada kartu tersebut tergambar gugusan bintang sekeliling bola langit (0-360 derajat). Diatas kartu ada sebuah kartu kedua yang dapat diputar (dgn pusat kartu pertama). Dengan perputaran ini, kita dapat me- nentukan tanggal & jam pengamatan dan dari interseksi kartu pertama & kedua dapat dilihat pada peta bintang, apa saja yang tampak dilangit pada jam & tanggal tersebut. Kemudian dapat dilihat juga horison pengamat, artinya dimana batas bawah pengamatan dan titik kepala (zenith) pengamat berada diantara gugusan/rasi bintang.